Teroris Israel Lanjutkan Rencana Pembangunan Ilegal di Negeri Muslim Palestina Setelah Pertemuan dengan Obama

Syabab.Com – Teroris Israel terus berjalan dengan apa yang selama ini telah dikecam dunia sebagai sesuatu yang membahayakan dalam pencaplokan wilayah Palestina, setelah pertemuan antara Perdana Menteri Rezim Teroris Israel Benjamin Netanyahu dan Presiden AS, Barack Obama. Tel Aviv berencana membangun lebih dari 100 unit permukiman di Yerussalem Timur, Al-Quds, kata seorang anggota dewan kota lokal dan anggota komisi perencanaan kota, Elisa Peleg, Rabu.

Perdana Menteri Teroris Israel Benjamin Netanyahu meninggalkan Gedung Puting setelah melakukan pertemuan dengan kawannya Barack Obama pada hari Selasa tanpa mengungkapkan sifat pembicaraan. Baca lebih lanjut

Iklan

Soal-Jawab seputar hizbut tahrir

Apa itu Hizbut Tahrir?
Hizbut Tahrir adalah organisasi politik Islam global yang didirikan pada 1953 di bawah pimpinan pendirinya – seorang ulama, pemikir, politisi ulung, dan hakim Pengadilan Banding di al-Quds (Yerusalem), Taqiuddin an-Nabhani. Hizbut Tahrir beraktivitas di seluruh lapisan masyarakat di Dunia Islam mengajak kaum Muslim untuk melanjutkan kehidupan Islam di bawah naungan Negara Khilafah.

Hizbut Tahrir beraktivitas di seluruh dunia Islam untuk memperkuat komunitas Muslim yang hidup secara islami dalam pikiran dan perbuatannya, dengan terikat pada hukum-hukum Islam dan menciptakan identitas Islam yang kuat. Hizbut Tahrir juga beraktivitas bersama-sama komunitas Muslim di Barat untuk mengingatkan mereka agar menyambut seruan perjuangan mengembalikan Khilafah dan menyatukan kembali umat Islam secara global. Hizbut Tahrir juga berupaya menjelaskan citra Islam yang positif kepada masyarakat Barat dan terlibat dalam dialog dengan para pemikir, pembuat kebijakan dan akademisi Barat. Baca lebih lanjut

TERORISME KEMBALI MENCUAT, UMAT HARUS WASPADA!

Isu terorisme mencuat lagi. Isu ini muncul ke permukaan sejak media memberitakan upaya penggerebekan kelompok bersenjata yang tengah mengadakan latihan militer di Pegunungan Jalin, Jantho, Aceh Besar, yang diduga berlangsung sejak September tahun lalu. Penggerebekan dilakukan pada Senin malam, 22 Februari 2010 lalu, hingga akhirnya pecah kontak tembak pada Kamis. Korban pun berjatuhan di pihak polisi dan Kelompok Jalin. Masyarakat sipil juga menjadi korban dalam peristiwa ini (Acehkita.com,8/3).

Kepolisian segera menyebut Kelompok Jalin ini sebagai teroris yang tergabung dalam jaringan Jamaah Islamiyah. Menurut pihak Kepolisian, ditemukan beberapa barang dengan simbol-simbol Islam (misal: buku-buku Islam, atribut pakaian koko, dsb) yang diduga milik kelompok tersebut, dan beberapa orang dari luar Aceh yang terlibat juga tertangkap.

Media juga dengan mudah menghakimi bahwa ini adalah kelompok teroris. Media seolah menemukan kembali saat yang tepat untuk kembali membuat narasi (cerita) agar isu terorisme bisa diterima oleh masyarakat dan menjadi payung moral bagi setiap langkah penanganan oleh pihak Kepolisian. Baca lebih lanjut