Rusia Menjadikan Wilayah Muslim Sebagai Distrik: “Dampak Ketiadaan Khilafah”

Rusia akan membentuk wilayah Kaukasus Utara menjadi sebuah distrik yang selama ini dibawah kontrol umat Muslim. Distrik baru itu meliputi Chechnya, Ingushetia, Dagestan, Kabardino-Balkaria, Karachayevo-Cherkessia, Ossetia Utara dan wilayah Stavropol.

Presiden Rusia Dmitry Medvedev menggabungkan tujuh wilayah Muslim ke dalam distrik baru dan membentuk pemerintahan baru yang akan mengontrol wilayah yang mayoritas Muslim di Utara Caucasus. Hal ini dikatakan oleh Presiden Medvedev, Selasa kemarin di Moskow. Wilayah yang bergunung-gunung termasuk Chechnya, Ingushetia dan Dagestan akan digabungkan ke dalam satu distrik, menurut berita Reuter.

Kebijakan menggabungkan wilalyah yang mayoritas penduduk Muslim itu, seperti disiarkan telivisi, di mana Medvedev menyatakan Kaukasus Utara akan menjadi  sebuah distrik yang berbentuk federal dan Alexander Khloponin, Gubernur Seberia wilayah Krasnoyarsk, yang ditujunjuk sebagai utusan khusus Medvedev.

Seorang pemimpin Chechnya yang ada dipengasingan Akhmed Zakayev mengatakan, akhir Nopember yang lalu, Kremlin telah memutuskan membuat kebijakan baru, yaitu menjadikan wilayah yang mayoritas Muslim itu, dirubah dijadikan distrik, sebelum Kremlin mengirimkan pasukan ke wilayah Kaukasus Utara secara besar-besaran. Baca lebih lanjut

Iklan

VALENTINE DAY = PELESTARIAN RITUAL SETAN

“Misi utama kita bukanlah menjadikan kaum Muslimin beralih agama menjadi orang Kristen atau Yahudi, tapi cukuplah dengan menjauhkan mereka dari Islam… Kita jadikan mereka sebagai generasi muda Islam yang jauh dari Islam, malas bekerja keras, suka berfoya-foya, senang dengan segala kemaksiatan, memburu kenikmatan hidup, dan orientasi hidupnya semata untuk memuaskan hawa nafsunya…”

Kalimat di atas adalah cuplikan kata-kata Samuel Zwemmer, seorang tokoh Yahudi, dalam pidatonya pada Konferensi Missi di Yerussalem, 1935.

Propaganda Yahudi telah merebak luas ke seluruh penjuru dunia, menyerang pemikiran semua umat, tak terkecuali Islam. Generasi Islam-lah yang paling gencar dibuat lupa akan syari’at agamanya sendiri, sehingga akhirnya terjerumus ke lembah hitam.

Salah satu moment yang digunakan oleh kaum Yahudi untuk menghancurkan akidah generasi muda Islam adalah budaya-budaya bid’ah yang dikemas menarik dan modern, sehingga selalu diperingati setiap tahun. Sebagai contoh adalah Valentine’s Day (VD) atau yang dikenal dengan Hari Kasih Sayang. Anehnya, semua orang di penjuru dunia ini sekan terbius dengan budaya tak berdasar itu. Mall, kafe, televisi, dan pusat-pusat keramaian di kota semarak memperingatinya dengan memajang properti atau gambar-gambar berbentuk hati, pita-pita dan aksesoris berwarna merah jambu, bunga mawar, dan cokelat yang merupakan barang khas VD. Selain itu ada satu maskot yang dikenal sebagai lambang VD yaitu seorang anak telanjang bersayap yang memegang panah, dikenal dengan nama Cupid, seperti tanmpak dalam gambar. Sebagian besar kaum muda Islam mungkin larut dalam ritual tahunan ini, padahal banyak fakta gelap di balik VD dan bahkan haram merayakanya. Baca lebih lanjut

KASYF AL-KHUTHTHATH DALAM PERUBAHAN MASYARAKAT

Pengertian

Secara bahasa, kasyf berarti membuka, atau membongkar. Sedangkan al-khuththath merupakan bentuk jamak dari khiththah yang berarti rancangan, rencana, program, strategi. Disini, kasyful khuththath yang dimaksud adalah upaya untuk menunjukkan, membuka, dan membongkar hakikat rancangan, rencana, strategi dan kebijakan penguasa atau pihak asing kepada masyarakat sehingga mereka memahami hakikat sebenarnya dari rancangan, rencana, strategi dan kebijakan tersebut.

Dalam proses perubahan sosial, setidaknya ada empat hal yang mutlak diperhatikan, yaitu: kondisi yang hendak dirubah; pihak yang mempertahankan status quo; kondisi pengganti; dan pihak yang melakukan perubahan. Pihak yang umumnya mempertahankan status quo adalah pihak penguasa dan negara asing yang berkepentingan dengan penguasa yang mempertahankan kondisi yang ada; baik untuk kepentingan ekonomi, politik, maupun kepentingan lainnya.

Pada saat ini ada orang-orang yang hendak mengubah kezaliman akibat penerapan ideologi Kapitalisme yang berintikan sekularisme diganti dengan Islam. Terjadilah pertarungan antara penguasa dan negara asing yang tetap hendak mencengkeramkan Kapitalisme dengan masyarakat yang menghimpun diri dalam organisasi atau partai politik Islam yang akan menyelamatkan manusia dengan Islam. Baca lebih lanjut

Menolak Pluralisme

Oleh: M. Shiddiq al-Jawi
Istilah Pluralisme (agama) sebenarnya mengandung 2 (dua) hal sekaligus, Pertama, deskripsi realitas bahwa di sana ada keanekaragaman agama. Kedua, perspektif atau pendirian filosofis tertentu menyikapi realitas keanekaragaman agama yang ada.

Hal itu misalnya dapat ditelaah dalam penjelasan Josh McDowell mengenai definisi pluralisme. Menurut McDowell, ada dua macam pluralisme; Pertama, pluralisme tradisional (Social Pluralism) yang kini disebut “negative tolerance”. Pluralisme ini didefinisikan sebagai “respecting others beliefs and practices without sharing them” (menghormati keimanan dan praktik ibadah pihak lain tanpa ikut serta [sharing] bersama mereka). Kedua, pluralisme baru (Religious Pluralism) disebut dengan “positive tolerance” yang menyatakan bahwa “every single individual’s beliefs, values, lifestyle, and truth claims are equal” (setiap keimanan, nilai, gaya hidup dan klaim kebenaran dari setiap individu, adalah sama (equal) (http://www.ananswer.org/mac/answeringpluralism.html, diakses 11/06/05). Baca lebih lanjut