Basyârah (berita gembira) Akan Tegaknya Kembali KHILAFAH ala Minhaajin Nubuwwah

Oleh: Yahya Abdurrahman

تَكُونُ النُّبُوَّةُ فِيكُمْ مَا شَاءَ اللهُ أَنْ تَكُونَ ثُمَّ يَرْفَعُهَا إِذَا شَاءَ أَنْ يَرْفَعَهَا ثُمَّ تَكُونُ خِلاَفَةٌ عَلَى مِنْهَاجِ النُّبُوَّةِ فَتَكُونُ مَا شَاءَ اللهُ أَنْ تَكُونَ ثُمَّ يَرْفَعُهَا إِذَا شَاءَ اللهُ أَنْ يَرْفَعَهَا ثُمَّ تَكُونُ مُلْكًا عَاضًّا فَيَكُونُ مَا شَاءَ اللهُ أَنْ يَكُونَ ثُمَّ يَرْفَعُهَا إِذَا شَاءَ أَنْ يَرْفَعَهَا ثُمَّ تَكُونُ مُلْكًا جَبْرِيَّةً فَتَكُونُ مَا شَاءَ اللهُ أَنْ تَكُونَ ثُمَّ يَرْفَعُهَا إِذَا شَاءَ أَنْ يَرْفَعَهَا ثُمَّ تَكُونُ خِلاَفَةً عَلَى مِنْهَاجِ النُّبُوَّةِ ثُمَّ سَكَتَ

“Di tengah-tengah kalian terdapat zaman kenabian, atas izin Allah ia tetap ada.  Lalu  Dia akan mengangkatnya jika Dia berkehendak mengangkatnya.  Kemudian akan ada Khilafah yang mengikuti manhaj kenabian. Ia ada dan atas izin Allah ia akan tetap ada.  Lalu Dia akan mengangkatnya jika Dia berkehendak mengangkatnya.  Kemudian akan ada kekuasaan (kerajaan) yang zalim; ia juga ada dan atas izin Allah ia akan tetap ada.  Lalu  Dia akan mengangkatnya jika Dia berkehendak mengangkatnya.  Kemudian akan ada kekuasaan (kerajaan) diktator yang menyengsarakan; ia juga ada dan atas izin Alah akan tetap ada.  Selanjutnya  akan ada kembali Khilafah yang mengikuti manhaj kenabian.” Beliau kemudian diam. (HR Ahmad dan al-Bazar). Baca lebih lanjut

Iklan

MOBIL KESERAKAHAN VS BARAK PENDERITAAN, Bagaimana SOLUSI SYAR’IEnya…???

Para Menteri dan Pejabat Negara Dapat Mobil Baru Harga Rp1,3 M

MOBIL BARU MENTERI: Menteri Perindustrian M.S. Hidayat (kanan) memasuki kendaraan dinas barunya bermerk Toyota Crown Royal Saloon di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (28/12). Sejumlah Menteri Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) II mulai menggunakan kendaraan dinas merk Toyota Crown Royal Saloon berkapasitas 3000 cc menggantikan Toyota Camry yang telah menemani para menteri KIB I selama lima tahun.(FOTO ANTARA/Widodo S. Jusuf)

Jakarta (SIB)
Menjelang tahun baru, para menteri Kebinet Indonesia Baru (KIB) II mulai ramai-ramai memakai mobil dinas baru, Toyota Crown Royal Saloon. Mobil ini menggantikan Toyota Camry yang telah 5 tahun menemani menteri KIB I.
Berdasarkan pemantauan detikcom, dalam rakor ekonomi di kantor Menko Perekonomian, Senin (28/12) pagi, beberapa menteri mulai memakai Toyota Crown. Namun berdasarkan sumber, beberapa menteri sudah memakainya sebelum perayaan Natal atau beberapa pekan lalu.
Berdasarkan informasi, harga mobil Toyota Crown Royal Saloon di bawah Rp 1,5 miliar/unit. Mobil berkapasitas mesin 3.000 cc itu merupakan generasi terbaru dari jajaran jenis Toyota Crown.
“Menurut saya lebih enak Camry. Kalau ini (Crown) agak sempit,” kata seorang sopir pribadi menteri yang ditemui di kantor Menko Perekonomian, Jl Lapangan Banteng, Jakarta Pusat.
Sementara itu pihak Toyota Astra Motor (TAM) saat dikonfirmasi mengakui bahwa mulai bulan Desember ini pihak TAM telah menandatangani kesepakatan dengan pemerintah dalam hal ini Sekretariat Negara (Setneg) untuk pengadaan mobil baru Toyota Crown Royal Saloon.
“Untuk hal ini lebih baik tanya ke Setneg langsung,” kata sumber Toyota tersebut.
Marzuki Alie: Rasanya Masih Bagus Mobil Mercy Saya
Para menteri dan pejabat negara mendapat hadiah tahun baru: mobil dinas Toyota Crown Royal Saloon 3.000 cc senilai Rp 1,3 miliar. Ketua DPR Marzuki Ali menilai mobil mewah itu masih kalah nyaman dibandingkan Mercedes-Benz miliknya.
“Saya tidak tahu (soal mobil itu). Tahu-tahu hari ini sopir disuruh ambil mobil di Sekretariat Negara,” kata Marzuki, Senin (28/12).
Marzuki merasa mobil barunya masih kalah nyaman dibandingkan Mercedes-Benz yang dibelinya sendiri. “Rasanya masih bagus mobil Mercy saya kok,” katanya sambil tersenyum. Baca lebih lanjut

Serangan Saudi di Yaman, 70 Tewas

HTI-Press. Saudi kembali melakukan serangan ke Yaman, menewaskan 70 orang. Pesawat dan senjata canggih yang seharusnya diarahkan ke musuh umat Islam seperti Israel dan pasukan penjajah AS di Irak, malah dijadikan senjata pembunuh sesama saudara muslim.

Republika (14/12/2009) melaporkan sedikitnya 70 orang tewas dalam serangan udara Arab Saudi di sebuah desa Yaman, dekat perbatasan dengan Arab Saudi, Ahad, demikian tuduhan gerilyawan Al-Huthi, dan menyatakan serangan itu sebagai “pembunuhan besar-besaran”. Seorang jurubicara militer Yaman, Askar Zuail, memastikan serangan di wilayah itu tapi mengatakan serangan tersebut dilakukan oleh pesawat Yaman dan ditujukan ke posisi gerilyawan dan bukan warga sipil.

Pernyataan gerilyawan di situs Internet mengatakan serangan itu dilakukan Ahad pagi terhadap desa Bani Maan di daerah Razeh di provinsi Saada utara, kubu pertahanan gerilyawan yang bergunung-gunung. “Pesawat Arab Saudi telah `melakukan pembunuhan besar-besaran` … terhadap warga Bani Maan, yang tak bersalah,” kata pernyataan gerilyawan (FW)