Romadhon, begitu cepat ia melintas.
Waktunya tak lama namun begitu berarti.
Limpahan pahala begitu banyak tersedia, menunggu para pelanggan untuk memetiknya.
Meski tak mahal namun bnyak orang yg entah enggan atau kenapa banyak yang kurang menghargai buah terlezat yg ada disetiap rantingnya.

Romadhan… Ramadhan…
Ramadhan…
Meski terlambat aku ingin memilikimu meski hanya sedetik saja.

Lailatul qodar… Siapakah gerangan yg beruntung memetiknya, buah spesial yg hanya bisa didpt oleh hamba2 yg dekat dg Pemilik pohon Romadhon ini.